Arnold dan Ayam

Oleh M. Raji Fudin
Ilustrasi Arnold dan Ayam

Arnold adalah nama kucing Ali. Setiap hari Arnold diberi makan sekadarnya layaknya kucing kampung lain. Bulunya hitam dan putih dengan mata bulat hitam. Entah warna mana yang lebih mendominasi di badannya. Kucing itu ditemukan Ali sedang mencuri lauk ikan di dapurnya. Seperti kucing lain yang berlari ketika ketahuan mencuri, Arnold berusaha lari dengan paha ayam dimulutnya yang kecil. Potongan ayam itu jatuh sebelum berhasil dibawa keluar.

Ali dengan santai berjalan keluar rumah, membuka pintu dan meletakan paha ayam tadi di piring. Arnold yang belum lari terlalu jauh melihatnya dan dengan ragu berbalik. Dia melihat piring dan Ali secara bergantian. Ali mendekatkan potongan paha ayam itu ke mulut Arnold. Sejak saat itu Ali menempatkan Arnold di halaman belakang dengan kandang besi dekat dengan kandang ayam.

Sedikit ganjil kemudian untuk melihat kucing dan seekor ayam kampung bermain berkejaran. Ali lebih sibuk dengan merawat tanaman daripada hewan. Kedekatan Arnold dan ayam kampung itu terus berjalan.

Satu ketika, mendekati hari raya, Ali akan menyembelih ayam kampung itu. Arnold yang sedang berkejaran dengan si ayam, melihat Ali membawa golok kecil. Ayampun ditangkap dan disembelih, darahnya berkucuran, tubuhnya menggelepar hebat. Arnold yang melihat itu mulai menirukan gerakannya, mengira temannya mengajak bermain.

Setelah si ayam diam, Ali mengambilnya dan memasukannya ke dalam ember. Dia kemudian menyiram ayam itu dengan air panas. Arnold yang mengira temannya sedang dimandikan itu berlari menjauh.

Takbir dikumandangkan. Banyak tamu yang datang ke rumah Ali. Setiap tamu diberi makan opor ayam. Hingga hanya tersisa satu potong paha ayam. Ali kemudian teringat Arnold yang belum makan sedari pagi. Arnold memakan ayam itu dengan lahap dan tenang, ia juga bingung mencari temannya yang kemarin baru dimandikan.


M-Raji-Fudin M. Raji Fudin
M. Raji Fudin, lahir di Semarang dan berdoa untuk bisa meninggalkannya sebentar.


Arnold dan Ayam Arnold dan Ayam Reviewed by The Kopikim Post on 1/22/2021 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.