Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bakso Bogem

Oleh M. Raji Fudin
Ilustrasi Konten Bakso Bogem

Sabar membuka warung tenda baksonya pukul tujuh pagi dan akan menutupnya sebelum adzan maghrib. Pedagang sayur yang lelah berjualan dari subuh, dan sudah kehabisan soto ayam akan mampir ke tenda bakso Sabar, meskipun harganya dua kali lipat harga soto. Pengunjung pasar yang berkeliling hingga siang terik akan datang dan memaksa dihidangkan es teh terlebih dahulu sebelum bakso.

Meskipun laris, tapi bakso sabar tak pernah habis. Selalu ada sisa bakso setiap hari. Dan setelah ashar dia harus membayar keamanan kepada Gepeng. Dia adalah preman ceking berbau pesing yang selalu keluar dari jamban umum ketika sore. Seharian dia tidur di dalam tempat pembuangan hajat itu. Ketika Gepeng keluar dari tempat tidurnya, seketika bau pesing memenuhi pasar. Sisa pedagang sudah tahu tanda itu.

Gepeng jarang keluar di pagi atau siang hari. Hanya beberapa kali dia keluar dan ketika dia keluar pasar mendadak sepi. Pedagang membencinya, tapi tak ada yang berani menghajarnya.

Hari minggu pasar sedang ramai. Siang sangat menyengat dan warung Sabar sedang penuh. Beberapa pembeli meminta dibungkus, karena tak kebagian tempat duduk dan meminta dibuatkan es teh terlebih dahulu sebelum baksonya dibungkus. Seperempat jam setelah adzan dzuhur, bau pesing menguap bersamaan ketika Sabar menuangkan kuah kaldu ke dalam mangkuk.

Bau pesing itu semakin menyengat dan seketika warung tenda Sabar kosong. Gepeng datang dan mengambil satu mangkuk bakso yang sedang dipegang Sabar kemudian duduk membelakangi gerobak.

Gepeng belum sempat menyeruput kuah bakso setelah sibuk menuangkan sambal dan kecap. Sendok terangkat menuju mulut dan tinju Sabar menghantam keras pipi Gepeng. Dua kali tinju menghantam pipi dan satu mengenai hidung. Gepeng lemas dan matanya mengunang-unang ketika diseret keluar tenda. Pedagang lain yang melihat Gepeng diseret bergegas menghampiri Sabar. Mereka mendorong Sabar hingga tersungkur dan mengeroyok Gepeng sampai babak belur.


M-Raji-Fudin M. Raji Fudin
M. Raji Fudin, lahir di Semarang dan berdoa untuk bisa meninggalkannya sebentar.


Posting Komentar untuk "Bakso Bogem"

    Dapatkan cashback reksa dana dari Bibit senilai Rp25,000. Masukkan kode referral kopikim saat pendaftaran. Download Sekarang