Galeri Saryadi

Oleh M. Raji Fudin
Ilustrasi Galeri Saryadi

Hujan dengan halus menimpa daun, ranting, dan tanah di Kota Tua. Kelembutan air menyentuh ujung kepala dan membasahi baju dengan tipis. Pengunjung Galeri Saryadi masih banyak, dan beberapa mengurungkan niat untuk keluar melihat butir-butir air turun. Saryadi keluar dari ruang kerjanya di lantai dua, menuruni tangga dan melihat perlahan kelembutan air berubah keras. Hujan mulai deras dan jendela Galeri harus ditutup dengan segera. Tirai tetap dibuka agar cahaya dari luar bisa masuk, tetapi lampu harus dinyalakan sebelum waktunya, agar galeri lebih terang.

Foto-foto beraneka objek menempel di dinding yang jauh dari jendela. Dinding dalam bagian luar diberi mural kartun ular yang nampak lucu daripada menyeramkan. Meskipun foto-foto dalam galeri berbeda objek, mereka memiliki kesamaan warna, monokrom. Saryadi mendapatkan foto-foto itu sebelumnya berwarna. Ketika dicetak foto itu berubah menjadi hitam dan putih.

Saryadi melihat seorang pengunjung yang sedang terpaku menatap foto gadis cilik yang mulutnya dijejal lolipop besar seukuran telapak tangan orang dewasa. Mulutnya terbuka lebar kesamping mencoba memasukan seluruh permen. Dua tangannya kuat mendorong masuk dan matanya terpejam.

"Dulu dia suka permen karet" kata saryadi. "Kadang permen karet yang sedang ia kunyah dicoba tiup membentuk balon kecil, tapi balon belum terbentuk permen itu sudah meletup."

"Dia anak bapak?" tanya pengunjung itu.

"Semua foto disini adalah keluarga saya."

Mereka berdua menatap foto itu cukup lama. "Sepertinya lolipop itu terlalu besar, besok akan kubelikan permen kaki" ucap Saryadi.

"Belikan juga sikat gigi dan odol, siapa tahu besok foto ini sedang menggosok gigi" ujar pengunjung itu.

Semarang, 21 Januari 2021


M-Raji-Fudin M. Raji Fudin
M. Raji Fudin, lahir di Semarang dan berdoa untuk bisa meninggalkannya sebentar.


Galeri Saryadi Galeri Saryadi Reviewed by The Kopikim Post on 1/21/2021 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.