Gita Anjani: Penggal Kedua

Oleh M. Raji Fudin
Ilustrasi Gita Anjani

Batas kota baru dilewati dan perjalanan belum ada separuh. Masih ada dua kota lagi yang meskipun tak penuh dilewati tapi harus dilalui. Masuk kota kedua jalanan mulai berkabut. Seperti jalan berkabut lainnya, jalanan ini dingin dan dengan lembut menembus jaket siapa saja yang melintas. Setelah melewati dua persimpangan yang sepi, motor melaju ke jalanan menanjak. Seperti kebanyakan kaki gunung, udara mulai dingin dan segar meskipun dicemari karbon motor.

Amran memarkir motornya di pelataran masjid. Perjalanan ke tujuan tinggal hitungan menit. Setelah meregangkan badan sedapatnya Amran menuju tempat wudhu dan menunaikan kewajibannya. Gita menunggu di teras.

Masjid itu terletak di depan Hotel Garuda yang dipisahkan jalan provinsi. Lahan parkirnya bisa dibilang sangat luas karena melebihi bangunan masjid. Di sisi utara lahan parkir terdapat beberapa tenda warung makan. Di belakang tenda ada sedikit tanah kosong yang ditumbuhi rerumputan, kemudian tanah landai membentuk jurang. Meskipun tidak curam tapi cukup dalam. Karena sudah terlalu lapar di jalan, Gita menghampiri salah satu tenda yang menjual bakso, meninggalkan Amran yang tengah beribadah.

"Ini bakso terenak", ucap Gita kepada Amran yang baru saja kebingungan mencarinya. "Apa enaknya?", tanya Amran. "Kuahnya enak, baksonya juga enak, padat, tanpa saos dan kecap sudah enak, bakso urat sepertinya", jawab Gita.

Amran memesan satu mangkuk dan mencobanya. Dengan berbisik dia berkata "Biasa, sama seperti yang ada di Poncowangi. Enak yang di sana malah". Gita membalas dengan mendelik.

Setelah Gita menyelesaikan mangkuk kedua, akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya.

"Bagusnya apa tempat ini?", tanya Gita setelah sampai tujuan. "Itu", jawab Amran sambil menujuk hamparan kabut yang menutupi kebun-kabun buah dan hampir menyentuh puncak gunung. Tempat ini akan bagus jika matahari cerah dan kabut tidak turun. "Kalau mau lihat gunung, dari Kembangarum juga bisa", jawab Gita ketus.

"Aku mau bungkus bakso yang tadi". Amran kebingungan mendengar permintaan Gita yang segera meninggalkanya.


M-Raji-Fudin M. Raji Fudin
M. Raji Fudin, lahir di Semarang dan berdoa untuk bisa meninggalkannya sebentar.


Gita Anjani: Penggal Kedua Gita Anjani: Penggal Kedua Reviewed by The Kopikim Post on 1/16/2021 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.