Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kalung Emas

Oleh M. Raji Fudin
Ilustrasi Kalung Emas

1
Samsuri baru saja pergi dengan motor bebek tuanya. Siang hari jalanan panas dan berdebu. Beberapa pengendara motor memakai sarung tangan dan sepatu. Samsuri hanya menggunakan selop karet dan kaos hitam lengan pendek.

Jam pulang sekolah membuat jalanan dipenuhi orang-orang bercelana kelabu. Bus kota dipenuhi gerombolan anak sekolah hingga sesak. Seorang gadis berjalan sendiri sedikit menjauh dari keramaian anak sekolah. Samsuri melihat dan menghentikan motor bebeknya sebentar.

2
Selepas maghrib Ima diberi kejutan oleh ayahnya. Itu adalah kalung emas dengan bandul telur. Ia tidak tahu untuk apa kalung itu, tapi senang karena diberi oleh ayahnya.
"Ayah tak makan?", tanya Ima.
"Tadi ayah sudah makan".

Sepiring nasi dengan lauk telur dadar dilahap. Pintu depan diketuk keras. Ayah Ima membuka dan segera menutupnya dari luar. Sedikit keributan terdengar dan telur dadar tadi tak habis dimakan.

3
Luna melihat kilauan emas yang mengalung di leher temannya. Bel sekolah belum berbunyi dan Luna melihat dengan seksama.
"Kalungmu baru?", tanya Luna.
"Dikasih ayahku kemarin"
Suara sirine terdengar tanda kelas akan dimulai. Guru yang masuk melihat kilauan emas dari bangku muridnya. Dengan berbisik ia berkata, "Bilang sama ayah, anak SD jangan pakai kalung emas ya".

Luna yang mendengar bisikan gurunya mencoba memerhatikan kalung emas itu lagi. "Itu seperti kalung kakakku yang dirampas kemarin bu", bisik Luna kepada gurunya.

Semarang, 17 Januari 2021


M-Raji-Fudin M. Raji Fudin
M. Raji Fudin, lahir di Semarang dan berdoa untuk bisa meninggalkannya sebentar.


Posting Komentar untuk "Kalung Emas"

    Dapatkan cashback reksa dana dari Bibit senilai Rp25,000. Masukkan kode referral kopikim saat pendaftaran. Download Sekarang