Rindu yang Tak Berkesudahan

By Abdul Hakim

Gambar Konten
Ada seorang perempuan yang sudah cukup lama hadir. Ia melahirkan banyak puisi dan kisah.

Kami saling mengenal satu sama lain, sebagai teman yang dulu asyik berbincang. Sepasang matanya bulat bercahaya, senyumnya manis tipis, dan tawanya mungil penuh kemesraan.

Pernah ada sebuah seri yang berjudul "Tentang Rindu", kisah yang menemaniku saat merindukannya. Pada blog ini, ia hadir sebagai ruang "Sekar Rembulan", sebuah ruang tentang kisah mencintai, merindukan, dan tentangnya yang mampu menimbulkan banyak bait di kepalaku.

Aku tak tahu, apakah ia tahu bahwa bait-bait yang kutulis adalah untuknya. Apakah sahabat baiknya, membocorkan perasaanku padanya. Entahlah, aku benar-benar tak tahu.

Bagaimanapun, perlu banyak waktu untuk mengungkapkan perasaan ini secara langsung. Aku masih asyik merindukan dan menuliskannya.

Kami sudah sangat lama tak bertemu, tak jua mengirimkan pesan singkat, padahal teknologi sudah makin canggih.

Kalau berkirim-surat tak membuatnya malu, aku ingin menuliskan banyak surat untuknya. Menceritakan senja yang akan menemaninya setiap hari, saat aku tak di dekatnya. Lalu memberikan bait desir pantai yang penuh kelembutan, lengkap dengan ombak manja yang ingin disapanya.

Aku menyampaikan doa pada ibu di surga, memberitahu ibu, tentang anaknya yang sedang asyik jatuh cinta.

Rindu yang Tak Berkesudahan Rindu yang Tak Berkesudahan Reviewed by The Kopikim Post on 1/14/2021 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.