Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sedang Terbata

Oleh Abdul Hakim

Ilustrasi Sedang Terbata

Lelaki dengan kaos merah muda memandang ke arah kami secara bergantian. Lekukan lengan dan tarian jemarinya, mempersilahkan kami guna membuka percakapan, ketika kami terlalu banyak terjeda tanpa kata.

Tepat ke arah wajahku, "Silakan, mungkin ada yang mau diobrolkan" Ucapnya. Sepasang mataku melayang pada arah lain, dimana pengamen hilir mudik dan bengkel motor tak berhenti berisik, hanya untuk menikmati setiap keterbataan.

Perempuan dengan pipi mungil di hadapanku, berulangkali memainkan sedotan yang memanjang dari alas gelas. Diputar-putarnya sedotan itu, dirabanya sisi gelas yang dingin, dan sesekali diberikannya satu senyuman ramah dan berbekas di kepalaku.

Kami sudah lama tak bertemu, dengan kemesraan yang kami rindukan. Dengan senyuman dan tawa yang cukup lama tertata rapi dan tersimpan di dalam ingatan. Dengan setiap berkas jarak yang membuat kami terluka tanpa pertemuan.

Mungkin kami tak berani berucap rindu langsung, tapi setiap aliran di tubuhku, menandakan ada hal yang amat bergejolak. Dalam kerinduan yang sama tanpa ucapan, dengan setiap peristiwa di masa lalu yang membuat kami bertahan untuk bersabar pada pertemuan.

Lelaki dengan kaos merah muda itu, sedang membaca ruang hatiku. Ia mengantarkanku untuk membuka banyak hal, pada setiap percakapan yang berisik di kepalaku, tanpa pernah berbunyi di kehidupan nyata.

Perempuan dengan pipi mungil, sesekali membuka percakapan. Membuka kemesraan yang tadinya terbata, sedangkan lelaki berkaos merah muda itu sekadar tersenyum, tapi kulihat hatinya tertawa saat ia melihat ke arahku.

Lelaki itu membawa percakapan ke banyak hal, yang sebenarnya tak kumengerti, tapi kurespon dengan kesoktahuanku, hanya agar tetap ada percapakan di dalam keterbataan.

Perempuan dengan pipi mungil itu kembali memainkan sedotannya, dengan sentuhan ramah dan sopan. Lengkap dengan senyuman manis, yang bertubi-tubi telah menusuk dan masuk ke dalam hatiku, yang telah lama terbata untuk berucap rindu padanya.

Posting Komentar untuk "Sedang Terbata"