Uang di Bantal

Oleh M. Raji Fudin
Ilustrasi Uang di Bantal

Adam menemukan selembar uang lima ribu rupiah yang dimasukan dalam sarung bantal ketika membereskan ranjang nomor tiga di kamar nomor dua, Ruang Alamanda. Ia lupa nama orang yang tidur di ranjang itu. Orang-orang sakit memang takut kembali ke rumah sakit. Mereka percaya dengan meninggalkan selembar uang, mereka tidak akan kembali berbaring bersama orang sakit lain.

Selain menemukan lembaran uang, terkadang adam juga menemukan kaos atau celana bekas yang ditinggal di almari kecil samping ranjang. Orang yang meninggalkan barang itu punya harapan yang sama untuk tidak kembali menginap di rumah sakit.

Wilayah kerja Adam hanya meliputi Ruang Alamanda diantara belasan ruang lain di rumah sakit itu. Total ada lima kamar dengan keseluruhan tiga puluh ranjang di Ruang Alamanda. Ranjang tiga, kamar dua adalah ranjang terakhir yang harus ia bersihkan di hari itu. Dari pagi hingga siang, ada lima orang keluar. Empat diperbolehkan pulang karena membaik, satu dipulangkan karena meninggal. Seperti ranjang lain, ranjang tiga harus cepat dibersihkan karena akan segera diisi pasien baru. Entah baru rawat inap atau pindahan dari ruang lain.

Setelah membersihkan dan mempersiapkan kembali ranjang nomor tiga di kamar dua, Adam kembali ke ruang istirahatnya. Total ada tiga kaos bekas yang ditinggal, dan uang sebesar tiga puluh lima ribu. Uang itu diberikan kepada atasan Adam, Wisnu.

"Kaos ini cepat dibakar, uang ini nanti akan kumasukan ke kotak amal" ujar Wisnu ketika mendapat laporan Adam. Kaos itu dengan segera dibakar di tong besar belakang rumah sakit.

Wisnu berjalan keluar bersama Adam yang hendak membakar kaos itu. Tapi Wisnu keluar menuju arah depan rumah sakit. Ia menuju warung padang favoritnya, memesan nasi rendang dengan es jeruk manis di tanggal tua.

Semarang, 23 Januari 2021


M-Raji-Fudin M. Raji Fudin
M. Raji Fudin, lahir di Semarang dan berdoa untuk bisa meninggalkannya sebentar.


Uang di Bantal Uang di Bantal Reviewed by The Kopikim Post on 1/23/2021 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.