Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KKN (Bagian Kedua): Tiga Belas Orang di Hari Ke-13

By Ade Tri Widyanti

Ilustrasi Tulisan Tiga Belas Orang di Hari Ke-13

Malam ini kami mendapat undangan dari warga di dua tempat yang berbeda. Dari tiga belas orang anggota KKN, kami membagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok satu terdiri dari empat orang menghadiri rapat koordinasi terkait bantuan air bersih. Kelompok dua dengan jumlah sama menghadiri rapat panitia lomba agustusan. Dan kelompok terakhir terdiri dari lima orang menjaga posko serta rapat intern terkait acara perpisahan KKN.

Aku menjadi bagian kelompok dua. Kami berangkat menuju aula Balai Desa. Jalan aspal yang mengelupas menjadi sarang debu berterbangan mengejar roda belakang sepeda motor. Jalan utama desa yang kami lalui, membelah alas rimba sejauh tujuh ratus meter yang siangnya nampak berbagai jenis tanaman termasuk pohon raside dengan lilitan tanaman merica.

Selama perjalanan, tak ada seorangpun kami jumpai. Sepi tanpa penerangan mungkin menjadi salah satu alasan warga malas berkeliaran disekitar sini.

Sekejap hatiku merasa rileks, nampaknya seseorang membuat api unggun di tengah alas. Udara hangat mengusik suhu empat belas derajat celcius. Aku mengamati gerakan api yang menjilat-jilat langit malam. Ia makin membesar dan kian melebar. Aku menepuk-nepuk pundak teman di depanku.

"Trian! Suruh Linda dan Rifan berhenti! Klakson buruan!" aku menyadari bahwa api unggun itu kesalahan.

"Kenapa?" Trian panik.

"Kebakaran! Itu sawah warga yang besok kita diundang syukuran panen! Ini tempatnya! Kebakaran!"

Linda dan Rifan berhenti. Kami semua panik dan segera menghubungi warga melalui nomor seadanya. Dalam waktu bersamaan, Meva yang bertugas menjaga posko menghubungiku. Ini bukan waktu yang tepat. Aku mengabaikan panggilan itu, namun Meva terus menghubungiku. Nampak mendesak, aku mengangkatnya.

Meva membawa kabar buruk, posko kami didatangi sekelompok preman dan meminta dibukakan pintu. Mereka di rumah tak berani berkutik. Bukan suatu tindakan tepat ketika lima orang hanya ada satu laki-laki meladeni tiga orang dewasa yang tidak dikenal.

Kami semakin panik. Akhirnya kami memutuskan untuk segera menuju ke Balai Desa yang berjarak enam ratus meter lagi, pasti warga sudah hadir. Kami harus meminta pertolongan. Untuk menolong sawah warga yang kebakaran dan posko kami yang kedatangan tamu tak diundang.

Aku menghubungi Dea yang berada di kelompok satu. Rapat disana berjalan lancar, pertanda mereka belum mendengar kabar. Aku berpesan padanya ketika pulang nanti minta tolong ke beberapa warga untuk diantar. Dea bertanya mengapa, namun aku hanya memberi alasan supaya lebih aman.

Pria bersepatu boots telah menghilang tanpa jejak sejak kali terakhir aku melihatnya. Bukan berarti, kehidupan kami di Desa ini lolos dari keresahan. Tak ada yang pernah mengetahui kemana ia pergi, warga tak mengenali ciri-ciri yang kami berikan.

Sebenarnya, anggota KKN kecuali Meva menganggap pertemuanku dengan pria itu adalah mimpi. Kata mereka, aku bermimpi ketika tak sadarkan diri karena bola sepak mengenai kepalaku. Kesaksian orang lain waktu itu, aku berdiri sendirian jauh dari kerumunan.

Kami telah sampai di parkiran Balai Desa, aku turun dengan kaki yang lemas. Linda bersamaku, sedangkan Trian dan Rifan lari ke aula. Status kedatangan kami adalah tamu diundang yang membubarkan pertemuan. Puluhan kursi plastik ramai-ramai bergesekan dengan lantai. Warga berhamburan keluar. Mereka telah berbagi tugas.

Bu Sekdes mengajak aku dan Linda istirahat di rumahnya.

"Trian dan Rifan?" Linda menanyakan bagaimana.

"Mereka menuju posko bersama Pak Sekdes dan beberapa warga. Kalian jangan khawatir. Ibu telah berpesan pada mereka kalau Linda dan Rara istirahat di rumah ibu."

"Bu, mengapa mereka datang ke posko kami? Mengapa ada kebakaran di sawah milik warga yang besok panen?" Sebenarnya, aku ingin bertanya apakah itu kebetulan?.

"Rara, hidungmu... Kamu mimisan!" Bu Sekdes mengambil tisu dalam tasnya dan menuntunku menengadahkan kepala.

Posting Komentar untuk "KKN (Bagian Kedua): Tiga Belas Orang di Hari Ke-13"

    Dapatkan cashback reksa dana dari Bibit senilai Rp25,000. Masukkan kode referral kopikim saat pendaftaran. Download Sekarang