Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Selamat Datang di Kopikim 2.0

Ngopi di Joko Kopi Ungaran

Hampir setahun blog ini hadir, tepatnya Januari 2021. Tempat saya menuliskan cerita fiksi dan puisi. Sebagai cara mengisi waktu di kala lockdown di Kota Semarang, akibat penyakit Covid-19.

Ada beberapa sahabat yang juga berbagi tulisan di blog ini. Rasa terimakasih untuk mereka saya ucapkan, bisa menjadi wadah kecil kepenulisan bersama.

Namun, selalu ada yang hadir di kepala saya. Apalagi kalau bukan tentang kopi dan kopi. Hal ini mulai muncul sejak 2017. Bahkan lebih lama lagi, bila dirunut ketika saya mulai menyukai kopi. Sekitar 2007-2009 waktu saya masih sekolah dasar.

Saat itu memang kopi instan yang masih saya nikmati, dan baru 2017 saya lebih sering menikmati kopi asli. Yang punya cita rasa berbeda. Sampai membuat saya membeli alat seduh dan beragam kopi, bahkan sampai saat ini.

Keinginan yang seringkali muncul itu, adalah ruang kecil untuk menulis kopi. Dan lihat saja. Nama domain blog ini pun kopikim, sekalipun awalnya untuk menulis fiksi dan puisi. Nama Kopikim sendiri berasal dari potongan kalimat teman-teman saya saat menawarkan kopi, "Kopi Kim?"

Mungkin karena mereka tahu saya amat menyukai kopi. Atau melihat keseharian saya menikmati kopi. Baik ngopi bareng, tulisan kopi seadanya, postingan medsos, foto, dan beberapa perjalanan terkait kopi.

Hal itulah yang membuat saya, menginginkan perubahan besar-besaran untuk blog ini. Saya ingin menuliskan kopi secara khusus untuk blog kopikim. Dan menarik konten selain kopi secara keseluruhan dari blog kopikim.

Saya memang bukan ahli dalam kopi. Saya hanyalah penikmat kopi. Dan menyukai kopi dalam beragam bentuk lainnya. Entah itu artikel, sejarah, musik, film, dan lainnya. Bahkan mendengar suara grinder yang bekerja saja, ada nuansa kenikmatan personal. Atau bila mencium harum biji kopi, rasanya sungguh menyegarkan bagi saya.

Ditambah lagi, beberapa malam yang lalu. Di sebuah kedai di Kebumen, saya berbincang dengan teman lama. Bahkan ia yang memulai percakapan, tentang kenapa saya tidak menuliskan kopi. Sebab ia tahu, kalau saya sudah mulai menulis sejak SMP, pada 2009-2012.

Pikiran saya pun langsung tertuju pada blog ini. Setidaknya ada kata kopi sebagai bagian domainnya. Sekaligus cerita lama keinginan saya menuliskan kopi, dan melakukan perjalanan lebih jauh tentang kopi.

Percakapan panjang itu memantapkan saya untuk mengubah blog ini. Khusus untuk nuansa sambil ngopi dan segala ceritanya. Dan menjadi tempat saya agar terus belajar tentang kopi. Baik dari literatur kopi sampai menikmati kopi di berbagai tempat.

Sebagai pengganti era blog kopikim yang pertama. Saya membuat blog alhakim.id sebagai ruang blog personal. Di tempat itulah, mungkin puisi, fiksi, ulasan buku, dan perjalanan akan saya tuliskan.

Untuk sahabat yang sudah berbagi tulisan di kopikim. Saya memohon maaf, karena harus menarik semua tulisan yang tidak berkaitan dengan kopi, termasuk tulisan fiksi karya saya sendiri. Semoga kopikim di era pertama, setidaknya bermanfaat sebagai wadah kepenulisan bersama.

Dan selamat datang di Kopikim 2.0, kopikim yang baru. Kopikim dengan nuansa yang akan penuh dengan segala cerita kopi.

Tentang kopi yang telah lama menemani saya dengan mesra. Dan keinginan saya terus belajar lebih mendalam terkait kopi.

Jadi, mari kita sudahi sepi dan seduhlah kopi. Selamat minum kopi, sobat.

2 comments for "Selamat Datang di Kopikim 2.0"

  1. Dengan membaca kita hidup, dengan menulis kita abadi.. Semangat kawan 🔥

    ReplyDelete